Berita Bola – Perusahaan induk AC Milan, Fininvest mengkonfirmasi kalau investor asal Cina sudah mendapatkan hak eksklusif terkait dengan potensi untuk menjual AC Milan.

Media Italia tengah ramai memberitakan bahwa Berlusconi telah setuju untuk menjualnya dengan nilai yang cukup fantastis, yaitu mencapai 40 juta euro atau setara Rp 10,8 trilun.

Tidak hanya itu, Yonghong Li juga bersedia membayar utang-utang Berlusconi selama memimpin Milan.

AC Milan Dijual Ke Investor Cina 11 Triliun

Silvio Berlusconi akhinya menyerah. Pria berusia 79 tahun itu menjual saham kepemilikan AC Milan hingga 99,93 persen kepada perusahaan bisnis asal Cina yang dipimpin oleh Yonghong Li.

Penjualan AC Milan diputuskan setelah perusahaan yang dimiliki keluarga Berlusconi dilaporkan berunding secara intensif dengan sekelompok investor asal Cina itu pada Mei lalu.

Berlusconi sendiri mengakui bahwa dirinya terpaksa menjual Milan. “Penjualan ini merupakan keputusan yang menyedihkan, tapi sangat diperlukan AC Milan,” ucapnya, dikutip dari Football Italia.

Dalam perundingan tersebut, para investor itu sepakat membeli 80% saham AC Milan dan dalam jangka waktu tertentu akan mengambil alih sisa 20%.

Rencananya, uang sebanyak itu bakal dialirkan secara bertahap. Dalam tiga tahun ke depan, konsorium tersebut bakal mengalirkan dana sebesar 350 juta euro. Setelah itu, Yonghong Li bakal melunasi sisa pembayarannya secepat mungkin.

AC Milan sendiri merupakan salah satu klub tersukses di Eropa. Namun, klub itu kini menderita kesulitan keuangan. Tahun lalu saja,  Rossoneri mencatat kerugian senilai 93,5 juta euro atau Rp1,3 triliun.

AC Milan Dijual Ke Investor Cina 11 Triliun2

Berlusconi membeli AC Milan pada Februari 1986. Di bawah kepemimpinannya, Rossoneri sukses meraih lima gelar Liga Champions pada periode 1988 hingga 2007.

Jika nantinya diambil alih, struktur manajemen Il Diavolo diyakini tak akan berubah. Barbara Berlusconi, putri Berlusconi, akan tetap menjabat sebagai salah satu direktur.

LEAVE A REPLY