PAIAL DUNIA 2018 – Kericuhan antarusporter masih menjadi noda yang kerap merusak semangat sportivitas sepak bola. Masih segar dalam ingatan bagaimana suporter Rusia yang disusupi preman menyerang fans Inggris di berbagai tempat di Prancis saat perhelatan Piala Eropa 2016.

Fans Three Lions yang sebelumnya dikenal brutal kelimpungan menghadapi serangan dadakan tersebut. Akibatnya, banyak suporter Inggris yang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sebagian lagi memutuskan pulang lebih awal karena khawatir menjadi sasaran suporter Rusia.

BACA JUGA : Joachim Loew Sebut Brasil Jadi Favorit Juara di Piala Dunia 2018

Perkelahian saat itu tidak hanya terjadi karena saling ejek atau imbas dari panasnya tensi pertarungan di lapangan. Kerusuhan bahkan telah direncanakan jauh-jauh hari. Ini terungkap dari sejumlah video latihan tawuran yang dilakukan suporter Rusia sebelum bertolak ke Prancis.

Pengamanan bukannya tidak ketat selama turnamen berlangsung. Namun kericuhan tetap saja tidak bisa terhindarkan. Bukan hanya di dalam stadion, tapi juga di jalanan maupun kafe-kafe.

Tidak ingin kejadian sama terulang di Piala Dunia 2018, FIFA menyerukan perang terhadap aksi holiganisme. Bahkan rencananya, penyelenggara akan menerbitkan kartu identitas khusus bagi suporter yang ingin menyaksikan Piala Dunia yang akan berlangsung di Rusia tahun depan.

Pemerintah Rusia juga tidak ketinggalan. Parlemen di Negeri Beruang Merah itu juga tengah menggodok aturan baru untuk menekan angka perkelahian antarsuporter selama Piala Dunia 2018.

LEAVE A REPLY